selamat datang juni

hari kedua di bulan juni. sepagi ini terbangun lalu membuka youtube dan baru saja mendengarkan lagu lagu di album selamat ulang tahun milik nadin amizahhh

pertama lagu yang aku dengar yaitu bertaut, curahan hati nadin kepada bunda. lalu lagu yang seterusnya, seterusnya, dan seterusnya. hingga menetes air mata ketika sampai pada lagu mendarah.

terima kasih atas memorinya, di bulan hingga penghujung mei . au revoir

kangen..

hari ini bagian shift aku libur. dan oiya, biasanya aku libur kerja di hari minggu. tetapi semenjak pembatasan aktivitas terkait korona, kantor menerapkan jadwal masuk kerja yang tidak seperti biasanya.

sejak bangun tidur, literally aku bangun jam 3 tadi :’D aku langsung bergegas beberes rumah, lalu cuci-cuci apa saja yang harus dicuci. termasuk special hari ini, aku cuci sepatu, sendal, beserta rak nya. dan waw ternyata disitu ada banyak sepatu.. tapi gk pernah dipake, hanya beberapa yang suka dipake. sekalian aja decluttering biar bisa disimpan rapi dan dipilah-pilah mana yang masih mau aku pake dan mana yang enggak.

tidak terasa jarum jam menunjukkan angka 10, artinya aku beberes selama hampir 7 jam :’D alhasil, sakit badan tapi aku senang melakukannya.. yippieee

sambil istirahat, aku mainin hape. oiya sebenernya.. beberapa waktu lalu aku melalukan tindakan impulsif (lagi) terkait pembatasan aku menggunakan handphone. *omaygaaat*

sebelumnya, udah sebulan ini aku menghapus semua akun sosmed. kecuali whatsapp messenger. itu semua karena aku ngerasa berada di zona nyaman ketika aku mainan di sosmed. aku gabisa kendali kalo udah main disana, gatau waktu, dan ada beberapa hal yang bakal ngeganggu pikiran aku. gak bisa dong kayak gitu terus.. awalnya aku mute semua orang, lalu unfollow, sampe akhirnya deactive aja lahhhhhhh. tapi aku kayanya akan main sosmed lagi jika dirasa butuh.

nah balik lagi ke tindakan impulsif, aku hapus semua kontak di hapeee. nggak semua sih, hanya yang ada mutualan di grup saja. jadi kalau ada apa apa aku mesti buka grup dulu untuk ngehubungin orangnya. kenapa sih mesti kayak gituu?? gatau.. aku ngerasa cape ngeliat orang orang… terlebih, aku jadi mudah memandang orang hanya dari updatean sosmed nya aja yang jika berbeda pandangan denganku, aku jadi ilfeel gitu.. akugamau kaya gitu terusss…. aku ingin mengenal orang dengan baik ‘seutuhnya’, sebagaimana dia memang baik. sebagaimana dia berhubungan sama aku..

dan setelah keimpulsifan itu, ada yang berubah dari hari-hari biasanya.. aku tidak bergantung dengan orang-orang yang ada di kontakku, yang selama ini hanya bisa aku lihat tapi tidak bisa aku sapa. dan seketika mata ini mendung, aku kangen chit chat lama lama di whatsapp messenger. tapi, kembali, perihal waktu, mungkin waktu nya sudah habis? aku gak tau impulsif ku ini akan menimbulkan apa, tapi yang sebenernya paling penting, aku sayaaangg banget sama temen2ku.

sekian dulu ya, mataku mulai berkaca-kaca..huhu. dan ini, aku abis rebus mie sekarang, pakai telor dan irisan cabe. kamu mau?

la la lost you

haii kamu, gimana kabarnya hari ini? semoga baik-baik aja ya, sini duduk sebentar. aku mau cerita. masih dalam suasana korona terkait dengan pembatasan aktivitas. rasanya, hari demi hari aku berupaya berkawan sama diri sendiri. mengenal bukan hanya hal baik nya, tapi hal buruk termasuk “demit” yang ada dalam diri sendiri. mungkin dulu aku sangat suka berada di keramaian, bertemu dengan orang lain, aktif menggeluti hobi yang saat itu pengen jadi penyiar radio, kemudian ngopi bareng, dan berbincang tentang apa saja di hadapan meja senja. meski pada akhirnya saat pulang ke rumah, akan ada sedih yang melintas kala tidak lagi bersama kawan yang lainnya.

tapi aku ngerasa, mulai terganggu sama pemikiran2 atau perasaan macam itu. seketika mataku sembab, dan air mata tidak ragu untuk turun terjun bebas dari pelupuk mata. kata rumi, harusnya hidup di dunia ini tuh kayak menaiki anak tangga. sekali kamu menginjak sebuah tangga, semakin naik, maka tangga lainnya harus dilewatkan. begitu juga sama hubungan kita dengan orang lain. setiap kita, punya kehidupannya sendiri. meski beberapa waktu bisa bersama, namun pada akhirnya punya jalan masing-masing. menaiki tangga nya masing masing.

pesan untuk diriku.. dan untukmu juga. bahwa setiap kawan ada masanya, dan percayalah, setiap masa juga ada kawannya. kuatlah, dan sayangilah orang-orang yang ada di hidupmu. bagaimana pun juga, kamu tumbuh berkat mereka :-)

hai, mau pesan apa? aku sedang kangen minum cappuccino.. kamu mau?

terakhir kali nonton panggung

pagi yang cerah di akhir-akhir ini. emang ya, walaupun cerah tapi kalo ga dinikmatin akan berlalu begitu saja.. hiyaa~

by the way, hari ini masih hari libur dalam rangka lebaran. happy eid mubarak ya! terlepas banyak dari kita termasuk aku, yang ngerasa kalo “bulan puasa kali ini beda bangett” atau, “yah gabisa kumpul sama orang-orang” . moga kita bisa jalanin hari-hari dan jadi orang yang lebih baik di setiap harinya! *uhuk panjang amat sepertinya* hehe

ngomong-ngomong soal dampak korona.. aku lumayan udah kangen sama nonton panggung nih. yaa walaupun seringnya nonton gigs *ciyee yang gratisan, tapi aku tetep senengg kalo nonton.

biasanya tiap weekend mestiii aja harus datang ke acara. mau itu festival kuliner, taneman, seminar, pameran foto, atau apapun. aku lumayan suka berada di keramaian. meskipun udahnya suka capek, tapi seneng.. sekarang di kondisi seperti ini, gak bisaa kaya gitu. jadi sebagai gantinya, aku mulai membiasakan diri diem di rumah and its oke sometimes >,<

terakhir kali aku nonton panggung, tu waktu bulan februari ataau maretan gitu ya(?) di acara ulangtahun jawa barat, tempatnya di gedung sate. waktu itu sepulang kerja aku pergi sendirian, sambil keliling sore-sore di jalanan kota bandung, dari jalan soetta, ke riau, gasibu, sultan agung dkk, sampe pelataran gedung sate. pastinya.. kalo aku jalan sendiri, itu karena ada sesuatu. kayak.. pusing sama keadaan, dll. *hikscurhat*

sesampainya di gedung sate, aku langsung parkir motor dan masuk ke area sekitar panggung. sore itu yang manggung ‘kuburan band’. aku duduk sendiri agak jauh dari panggung, dan tidak lama kemudian di sebelah aku ada teteh2 yang juga nonton sendirian XD

Baca lebih lanjut

Bagian Ketiga : JAKARTA naik kereta dan transjakarta

Sudah setahun lebih serial ini gak aku lanjutin, lebih ke minta maaf sama diri sendiri heheheheh selalai itu.. (whaattttt) nemu di draf dan ini udah tigataun berlalu huhu. lanjutin ahhh

jadi waktu itu aku dan dua orang sister kerja ku, dan satu ponakan, berlibur ke jakartaa. jadi total kita berempat yaa.

berangkat di saat musim liburan sekolah taun 2017 hihii. kami berangkat menggunakan moda transportasi kereta api. berangkat di sabtu malam pukul 01, dan sampai di jakarta minggu pagi. sekitar pukul 04.30

saat itu udara jakarta lumayan sejuk (pada subuh nya), lalu jelang pukul 06, kami bergegas ke taman impian jaya ancol buat olahraga pagii dan sambil menunggu tiket dufan dibuka XD

untungnya, ada saudara kawanku yang menemani, jadi kami diantar kesana kemari dan ditemani selama main di jakarta. *tidak bingung gituu*

oiya, kami beli tiket yang bundle (seaworld dan dufan) dan daftar annual pass jugaa. sambil menunggu dufan nya buka, kami jalan jalan dulu di sekitar ancol. ehtapi kami ke seaworld dulu deng, melihat ikan yang besar besar dan banyaaak hewan laut lainnya. aku pertama kali ke seaworld hihi dan sekagum itu.. lain kali, aku pengen ke sea aquarium yang di luar negeri, ah xp

kemudian puas jalan-jalan di seaworld, kami langsung meluncur ke dufan, yang tidak jauh dari situ.. eh, dan disana kami ketemu sama sister kerjaku yang satunya lagi. jadi banyakan deh mainnya, seruuww XD

penuuuh banget alamak, untungnya, aku tidak punya nyali buat naik wahana yang ekstrem, jadinya yang biasa aja. naik istana boneka, bianglala, arung jeram, poci-poci, dan yang paling serem, namaanya apa aku lupaaa. itu yang bentuknya kaya perahuu, suka ada di pasarmalem jugaa ih apa yaa yampun x(

pokonya seru deh, liburan ke jakarta. tadinya aku berencana ke jakarta lagi, bareng kawanku yang lain.. tapi ke jakarta aquarium nyaa. but, sampe skrg belum kesampean. hiksss gapapa, nanti besok berencana lagi.

gasssssss

yang ditunggu : keuken 9 #2018

ihh… lagi jalan jalan di blog, tetiba nemu tulisan ini di draft. baru judulnya doang ternyata >,< jadi inget ingin cerita..

dulu taun 2018 pertama kalinya aku ke acara Keuken. udah sejak lamaaa pengen ke acara itu, tapi baru kesampean di 2018 (waktu itu lokasinya di deket rumah). jadi aku kesana dengan ibu dan adikku hahaa.

saat itu cuaca lagi panas banget.. lalu aku kesana sore hari. asik gak tuhh.. udah nyampe tempat ternyata agak macet, dan antre buat masuknya.. tempatnya itu di lapangan TNI gitcu, jadi luasss.

pas pertama masuk, didata dulu lalu dikasih cap dan air minum vit levite ahay seger kaann.. dan di dalem ada banyak stand kuliner tentunyaa. aku nyobain stand nasi goreng samaa kopi wkwk. waktu itu baru awal awal demen minum kopi.

dan disana juga ada layar lebar buat nonton fileem. tendangan dari langit gitu (?) di tengah lapang nontonnya, beralaskan karpet ala ala piknik dan ada juga bean bag <3 ditemani angin sepoy sepoy dan senjaa kota bandung.

oya, taun 2019 nya juga aku ke kekeun lagii. tempatnya di rooftop sebuah mal waktu itu. tapii, taun 2020 ini ada gak yaa:/ kangen soalnya..

semoga keadaan segera membaik, biar bisa main ke kekeun.

hujan kemarin

aku sudah bosan mendengar komentar orang, “kamu hobinya kok ganti-ganti sih! hidup teh meni bosenan!”

gak hey, gak gitu.. ketika aku seneng saat ngerjainnya, ya aku seneeng.. kalau suatuasa berubah, ya bukan berarti gak seneng.. X(

tapi kemarin, sepertinya ada yang gak bisa hilang dari kesukaan aku. ketika hujan, aku suka membaca tulisan-tulisan pidi baiq. dan menyanyi lagu payung teduh.

iya, seingatku itu hal yang menyenangkan. meski sendu, tapi aku menikmati :p

dan teringat pada puisi Tera Errau, yang kemarin aku baca lagi :

Selalu ada satu orang khusus yang akan mendengarmu, dengan siapa kamu dapat bicara tentang hampir segalanya.
Dia menjadi orang yang memahami dirimu ketika engkau butuh.
Mendengar perasaanmu bahkan tanpa perlu kau ungkapkan melalui kata-kata.
Ketika dia membuat dirimu tenang, kau mengerti untuk apa bersamanya.
Bahwa bersama orang yang kau cintai, tak akan pernah peduli oleh apapun yang kau takutkan.
Kemudian dengannya engkau tersenyum, engkau ketawa, dan hal lainnya lagi yang lebih menyenangkan dari itu.

Selalu ada satu orang khusus yang akan bersamamu, menjadi sumber kebahagiaan dari semua yang engkau miliki.
Orang khusus itu adalah dirinya yang akan merisaukan dirimu di hari yang buruk, oleh hujan dan penuh petir.
Ketika jauh, kau rindu, oleh pikiran bahwa engkau yakin sesuatu yang indah akan terjadi ketika bersamanya.
Dia datang, bukan melulu bicara soal cinta tetapi untuk menghadirkan dirinya yang pandai membuat dirimu merasa istimewa.
Kamu hanya melihat dirinya memiliki tanggung jawab sebagai seorang Kekasih.
Dan kau tahu yang melibatkan dirimu, dialah ahlinya.

Selalu ada satu orang khusus yang akan bersamamu, bahkan jika cemburu, kau senyum, karena bukan api yang menghanguskan.
Asmara itu menggelora, dan kamu ingin bersamanya karena kamu tahu dengan siapa kamu tenang.
Pikiran atas kasih sayang yang dia berikan kepadamu, menjadi dasar di atas semua sikap dan perilakunya kepadamu.
Kau senyum untuk apa yang dikatakannya: Jika aku sudah sayang, tak akan pernah berakhir, bahkan ketika kau ingin berhenti.
Katanya: Aku mencintaimu, sebagai benar-benar mencintaimu, sesibuk apa pun diriku, akan selalu berusaha meluangkan waktu untukmu.

Bahkan jika dia harus mengatakan “Aku mencintai dirimu”, kamu merasa tidak perlu lagi untuk memeriksa kesungguhannya
Adakalanya kamu marah tetapi dia berkata: “Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu.”
Maka itulah yang akan kau rasakan bersama dengannya jika benar dia ada. Mengatakannya dalam gelombang kekuasaan logika dan perasaan.
Pelajaran hikmat dan kasih sayang, datang darinya, dan engkau tidak usah mencarinya karena dia selalu ada waktu untuk bersama dengan dirimu.
Kamu hanya memiliki keyakinanmu sendiri bahwa kamu mencintainya dan itu serius.

Dia tersenyum, dan katanya: Berterimakasihlah kepadamu yang sudah bisa membuat aku bahagia menyayangimu.

Bandung
Pidi Baiq (1972-2098)